1/4 abad

Waktu memang sangat cepat berlalu.. aku yang merasa masih remaja ternyata sudah 1/4 abad menikmati indahnya dunia ini. 2 Februari kemaren aku berulang tahun ke 25. walaupun tidak dengan “Party” aku sudah sangat bersyukur mendapatkan do’a dari teman2ku. Aku tidak bisa menghitung banyaknya do’a yang sampaikan teman2 kepadaku. Tapi satu yang aku catat kebanyakan mendoakan agar aku segera menikah.. hehehe *garuk2 kepala

Setidaknya aku mendapatkan 3 buah kue ulang tahun… kue pertama angka lilinya 24 hehe.. *yang bawa kue salah perkiraan hehe.. anggap saja aku lebih muda satu tahun

. 20150202_113300 20150202_113306

 

20150202_114152

Kalau ini rombongan yang bawa kue kedua dan ketiga… keduanya bermerek “Happy Birthday Inoy” entah sejak kapan namaku berubah jadi Inoy.. yang jelas sekarang aku lebih dikenal dengan nama “Kak Noy”

20150202_183003 20150202_183407 20150202_184116 20150202_184128 20150202_184236 20150202_184241 20150202_184633 IMG_132506205782374

My Roommate

Irma, Riska, Eka, Olla n Me

Kami berlima merupakan teman sekamar sejak dua bulan yang lalu..
Irma, Riska dan Olla merupakan mahasiswa baru, satu jurusan, satu kos, satu kamar, satu kampung pula… Aku tidak tau kapan mereka bisa berkembang hehehe
Sedangkan Eka meruapakan mahasiswa S2.. kalau aku Fresh Graduate yang lagi galau cari kerjaan hehe
Aku tentu senanglah ya, punya adik2 baru… Secara jadi yang paling tua di kamar hehe… Pastinya sangat dihormati dan dihargai hehehe

Lima karakter berbeda berusaha kita satukan dalam kamar kami..
Hanya saja aku sering kesal sama ulah mereka yang suka berantakan.. Buku, jilbab n baju siap pakai suka nangkring dimana2.. Kulit buah, tissue bekas pakai suka berserakan dimana2.. Hadeuuuh kadang aku diam aja atau pergi keluar nongkrong ke kamar lain kalau sudah gak betah…
Kalau aku sudah gak tahan aku bilang aja ” Tolong beresin ni kamar, sumpek kakak liatnya”… kadang aku pulang udah malam, capek iya, sampai di kos dapat pemandangan seperti kapal pecah.. pastilah sangat kesal ya… Gak tau deh kapan mereka akan berubah,,, gak tahan juga bila begini terus… 😦

Sebuah Analogi

Dianalogikan sedang menunggu calon tamu  terhormat. Segala persiapan telah selesai. Masakan enak telah disediakan. Berbagai macam minuman telah siap untuk dipilih oleh sang calon tamu. Rumah sudah disapu bersih. Meja dan kursi sudah ditata rapi. Baju bagus sudah dikenakan. Senyum termanis sudah siap untuk dilayangkan. Lama menunggu sang calon tamu tak kunjung datang. Sang penanti mulai gelisah. Satu jam dua jam sampai sekian jam, sang calon tamu tak juga datang. Masakan enak dan beraneka minuman sudah kehilangan segar. Baju bagus sudah mulai kusut. Sang penanti masih tetap sabar, mungkin sang calon tamu ada kendala di perjalanan.

Sang penanti kehilangan kesabaran ketika sang calon tamu mengabarkan tidak jadi datang, mungkin bisa datang lain waktu, dengan embel-embel maaf yang tak terhingga. Sang penanti memaafkan walaupun kecewa. Ini bukan kejadian pertama tapi sudah yang ketiga kalinya, sang penanti sangat begitu kecewa dibuatnya.

Beberapa waktu kemudian…

Sang calon tamu mengabarkan akan bertamu lagi.
dengan bijak sang penanti menjawab “mohon maaf kami tidak terima tamu lagi karena makanan kami sudah basi”

Jalan2 Sore

20141009_174706

Selfie kita masih manual hehe.. blom punya tongsis.. 🙂

Seperti biasa, tempat tujuan kami ketika jalan2 sore adalah tepi laut, kalau di sini kami menyebutnya “Taplau”. Hamparan dan gelombang air laut selalu bisa menenangkan hati yang gundah 😉

20141009_175324

Pergi beramai2 itu asseeeiikk banget..

20141009_175303

Berharap suatu saat latar photo2 itu gak lagi tepi laut di Padang.. Tapi… (Tembok besar China, Taj Mahal, Menara Eifell, Ka’bah di Makkah, Bunga Tullip di Belanda, Musim salju di Korea, dll) hahaha kebanyakan mimpi,,,

20141009_180302

Berphoto diambil dari belakang dan menghadap laut lepas adalah salah satu gaya kesukaanku ketika berphoto hehehe
20141009_175136

Our Graduation

27 September kemaren adalah hari bahagia bagiku dan keluargaku, bagaimana tidak kedua orang tuaku menyaksikan dua anaknya menamatkan pendidikannya. Aku lulus S1 dan kakakku lulus S2.
DSC02650Aku dan kakakku

Dan kebahagiaan untukku hehe.. seorang yang aku harapkan jadi calon imamku juga menamatkan S1 nya bersamaan denganku.. tapi itu duluu.. sekarang sudah tak lagi.. aku sudah anggap dia sebagai teman biasa.. 😀

Namanya “Bino”

20140723_09251720140721_21485820140719_19191320140216_16505120140215_18013020140214_07441920140706_150803

Hay.. hay…
Kali ini aku mau memperkenalkan salah satu makhluk yang ikut mengisi kamar kosku. Namanya adalah Bino. Dia adalah seekor kucing. Dia hanyalah sesekor kucing kampung biasa yang tidak punya bulu tebal dan lembut seperti halnya kucing Rusia atau kucing apalah namanya.. dari segi keindahan tubuhpun dia hanya biasa2 saja.. bisa dibilang jauh dari “kegantengan” haha howaalaah…*ada-ada saja
Tapiii yang membuat aku suka dia, *sangat suka malah.. Tingkahnya yang mengerti dengan apa yang dikatakan. layaknya seorang anak, apabila disuruh “awas” maka dia ya pergi, apabila disuruh keluar ya keluar, apabila disuruh tidur ya tidur. Aku menyebut dia “Keponakan” haha, bahkan dia dikenal sebagai keponakanku di kos hahaha
Bino sangat suka memandang langit, dia sering berdiri diantara jeruji besi di lantai 2 dan menatap langit. Aku tidak pernah tahu apa yang dilihatnya..*hanya dia dan Penciptanya yang tahu apa yang sering dilihatnya ke langit.. 🙂

Bino sangat populer di sekelilingku, bagaimana tidak aku sering menposting photo2nya di Facebook dan media sosial lainnya, bahkan dia lebih eksis dari aku hehe

Aku begitu sayang sama dia, saking sayangnya ne ya, kalau aku pergi makan keluar aku akan menyisakan daging untuknya dan aku bungkus pulang haha *lebay.. teman2ku ya hanya geleng2 kepala…

Walaupun aku begitu sayang sama dia, pernah juga aku begitu marah sama dia. Ini terjadi ketika suatu hari ada anak kucing yang mungkin baru lahir sengaja dibuang oleh tuanya dekat tong sampah, karena kasihan maka aku pungut tuh anak kucing, aku bawa pulang, aku bersihin dan aku kasih susu. Ketika aku lagi santai dan aku meninggalkan tuh anak kucing, tau2nya si Bino pulang dan dia langsung menikam leher si kucing kecil. Bino membunuh anak kucing itu di depan mataku. Aku berusaha merebut anak kucing tu dari mulutnya tapi aku terlambat, anak kucing itu sudah menemui ajalnya.
Karena marah, aku mengangkat tubuh bino lalu menghempaskannya ke lantai, bino ketakutan dan lari menjauh dariku. Selama selang lebih kurang seminggu bino tidak berani pulang, dan kalaupun pulang dia kucing2an sama aku.. hehe *Kucing kok main kucing2an..

Bino adalah teman setiaku, bila aku sendiri di kos dia setia menemani. Aku sering bicara dengan dia. haha *sedikit gila
aku tidak peduli dia mengerti atau tidak yang penting bicara saja hehe
selama bulan ramadhan kemaren bino selalu menemani, dia tidak pernah absen disaat buka dan sahur karena emang disaat itulah aku memberi dia makan haha…

Bino “Part I” *kali aja ada part 2 nya 🙂

Sun Shine

img1399727699618

Tepatnya 07 Februari 2012 “Sun Shine” tanpa sengaja terbentuk hehe
Sun shine adalah nama kelompok kami yang terdiri dari enam orang Aku, Aan, Firma, Deni, Ikhsan dan Aqil..
Ini berawal ketika kami pergi ke sebuah pesta senior di organisasi yang kami ikuti. Dari sekian banyak anggota hanya kami berenam yang bisa pergi, dan jadilah kami 3 pasang menghadiri pesta itu. Dari kebersamaan itulah kami mulai dekat n akhirnya kami sepakat memberi nama kelompok kami dengan nama “Sun Shine”
Kami sering menghabiskan waktu bersama, pergi refresing, makan, diskusi, dll. kami mencoba menyatukan persepsi kami, menyatukan perbedaan, saling berbagi, saling menasehati, saling mengingatkan dan tentunya saling membantu.

Deni yang suka terburu-buru (kalau dalam bahasa minang kami menyebutnya “panyasak”), Ikhsan yang suka merendah, Aqil yang berjiwa pengusaha, Aan yang gigih dan terkadang keras kepala, Firma yang suka marah hehe *Peace dan juga pekerja keras ditambah aku yang lembut *Weaaakk hehe mencoba saling memahami dan mengerti satu sama lain.

Deni, Ikhsan dan aqil yang merupakan adik junior kami, begitu memahami kami sebagai kakak senior mereka yang terkadang banyak tingkah hehehe
begitu juga aku, aan dan firma mengerti dengan adik2 kami yang kadang bawel itu hehehe

Yang sering jadi masalah bagiku adalah aan dan firma yang sering berantem, terkadang hanya gara-gara hal sepele mereka saling diam2an, jadilah aku yang selalu jadi penengah mereka. Mereka yang sama-sama keras kepala kadang susah untuk dilunakkan. Tapi itulah yang namanya berteman, gak asyik kalau tidak ada bumbu penyedapnya.

Aku berharap persahabatan kami akan berlanjut sampai nanti telah menyandang gelar “kakek dan nenek” hehe
Walaupun nantinya kami akan saling berpisah, tapi aku berharap persahatan ini akan abadi selamanya… 🙂 *Semoga